Liputan Media » [ Tabloid Sinartani ] Geltek HPS 39, Balitbangtan Pamer Tumpangsari Kakao dengan Aneka Kacang dan Umbi

 

_190909140530-279

Pertanaman kedelai dibawah tegakan kakao | Sumber Foto:HUMAS BALITBANGTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Konawe Selatan — Dalam waktu dekat, Kabupaten Konawe Selatan akan menjadi tuan rumah pada perhelatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) siap pamerkan tumpangsari kakao dengan tanaman aneka kacang dan umbi.

HPS 39 tahun ini memang dipusatkan di Desa Pudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara yang terkenal dengan komoditi utama tanaman kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) melalui UPTnya Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) memanfaatkan lorong-lorong di bawah tanaman Kakao dengan mengoptimalkan budi daya tanaman aneka kacang dan umbi.

Penanaman tanaman aneka kacang dan umbi di bawah pohon kakao yang dilakukan oleh Balitkabi merupakan hal yang baru bagi petani sehingga banyak yang merasa tertarik untuk mengembangkannya.

Guna mendukung keberlanjutan optimalisasi lahan kakao dengan tanaman pangan dalam waktu dekat, pertengahan Oktober akan dilakukan bimtek budidaya tanaman pangan di bawah tanaman kakao.

Selain itu, bimtek juga akan diisi kegiatan penanganan pascapanen yakni membuat beragam kue, biskuit, jus, hingga es krim yang akan dilaksanakan oleh Puslitbangtan.

Berbagai komoditas aneka kacang dan umbi telah disiapkan oleh Balitakabi untuk acara geltek pada HPS ke 39 ini. Komoditas tersebut antara lain kedelai varietas Dena 1, Dering 1, dan Dega 1, kacang hijau varetas Vima 1, kacang tanah varietas Katana 1 dan Takar 1, serta kacang tunggak varietas KT5.

Tanaman ini dilokasi geltek telah menunjukkan performa yang yang baik meskipun ditanam di bawah tanaman Kakao dengan tingkat pencahayaan yang terbatas. Aneka tanaman umbi, antara lain ubi jalar varietas Antin 3 dan Beta 2, serta ubi kayu varietas Adira 1 menunjukkan hal yang sama, tumbuh subur dengan performa tanaman yang maksimal.

“Dengan adanya percontohan yang digelar pada lokasi geltek ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para petani komoditas perkebunan untuk mengoptimalkan lahan diantara tanaman kakao dengan budi daya komoditas tanaman pangan untuk optimalisasi lahan serta peningkatan pendapatan petani,” ujar Kepala Puslitbangtan Haris Syahbudin.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufry pada kesempatan lain menyatakan bahwa Balitbangtan telah memiliki teknologi integrasi Kakao dan komoditas tanaman pangan yang tahan naungan, seperti kedelai dan tanaman aneka kacang yang lain serta umbi.

“Varietas Unggul Balitbangtan untuk tanaman pangan seperti kedelai varietas Dena 1, Dering 1, dan Dega 1 sangat toleran dengan naungan dan tetap bisa berproduksi tinggi dalam kondisi intensitas cahaya yang rendah”, jelasnya.

Fadjry melanjutkan bahwa budidaya tanaman tumpang sari dengan tanaman perkebunan memiliki potensi yang besar untuk mendukung peningkatan produksi nasional. “Demplot pada saat HPS tersebut merupakan percontohan yang bagus bagi petani komoditas perkebunan, diharapkan dengan melihat langsung, petani perkebunan dapat segera mengadopsi inovasi tersebut, karena potensinya sangat besar dikembangkan sehingga pendapatan petani perkebunan dapat ditingkatkan,” pungkasnya.
Reporter : AWA, RTPH, Uje

 

Sumber