Liputan Media » [ Technology Indonesia ] Balitbangtan Temukan Khasiat Kulit Ari Kacang Tanah untuk Obat

1406-kacang

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Agustina Asri Rahmianna menemukan khasiat kulit ari kacang tanah yang mampu menurunkan risiko penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, dan kanker. Kulit ari kacang tanah juga bermanfaat untuk mencegah obesitas pada anak-anak, dan menurunkan kandungan kolesterol yaitu kolesterol total dan LDL (low-density lipoprotein).

Kacang tanah yang utuh terdiri dari kulit polong, kulit ari biji, dan biji. “Dari ketiga komponen tersebut, rata-rata yang dimanfaatkan hanya bijinya saja untuk dikonsumsi. Sedangkan kulit polong dan kulit ari biji kacang tanah tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sebagai sampah,” ungkap Agustina saat dihubungi, Jumat (12/6/2020).

Kacang tanah dikenal memiliki manfaat yang cukup banyak dikarenakan tingginya kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Kacang tanah mengandung vitamin E, asam folat, protein, mangan, biotin, serat, magnesium, lemak tak jenuh tunggal, serta kaya akan antioksidan sehingga beragam manfaat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi secara tepat dan rutin kacang tanah.

Dalam penelitiannya, Agustina menjelaskan tentang kandungan kulit ari kacang tanah yang terdiri empat unsur yaitu serat, minyak, protein, dan senyawa-senyawa fenolik. Dari keempat tersebut hanya senyawa-senyawa fenolik yang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Pasalnya, senyawa-senyawa fenolik sangat penting dalam mekanisme ketahanan tubuh secara kimiawi yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti radang di dalam tubuh manusia.

“Dengan beragamnya senyawa-senyawa fenolik yang terkandung, maka kulit ari kacang tanah berpotensi digunakan sebagai sumber makanan fungsional yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen,” tambah Agustina.

Meski kaya dengan kandungan senyawa biokimia, kulit ari biji kacang tanah ini tidak mempunyai nilai ekonomi sama sekali. Padahal, kandungan fenolik dan antioksidan pada kulit ari biji kacang tanah tertinggi dibanding yang ada pada keping biji, kulit polong, dan akar, serta daun. Sayangnya kulit ari biji kacang tanah ini sangat kecil volumenya, hanya 2,5-3% dari bobot biji.

Secara terpisah, Kepala Balitbangtan Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, menyambut gembira hasil penelitian ini. Fadjry menyampaikan peluang hasil riset dari kulit ari kacang tanah tersebut. Kulit ari tanah yang semula tidak ada nilainya, dapat bermanfaat untuk kesehatan dan menjadi nilai tambah bagi petani.

“Kulit ari kacang tanah ini berpotensi sebagai bahan baku untuk membuat produk baru yang bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus dapat menciptakan peluang pasar baru sehingga sisa-sisa pertanian memberi dampak pada peningkatan nilai tambah bagi petani,” ujar Fadjry.

Sementara itu, Haris Syahbuddin selaku Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan menerangkan bahwa sejak tahun 1950-an, Kementerian Pertanian sudah melepas lebih dari 45 varietas kacang tanah. Terbaru, varietas unggul kacang tanah yang dilepas adalah varietas Tasia 1 dan Tasia 2.

“Kedua varietas tersebut mempunyai potensi hasil antara 4,2 dan 4,3 ton/ha dan umur masaknya 90 dan 95 hari,” ujarnya. Selain itu, kedua varietas tersebut tahan terhadap kutu kebul, tahan terhadap penyakit layu bakteri, serta agak tahan terhadap penyakit karat dan bercak daun.

Potensi produksi dari Tasia 1 dan Tasia 2 diharapkan dapat membuka peluang pasar bagi petani untuk ikut masuk ke sektor industri atau UMKM pengolahan kacang tanah sehingga nilai tambah dapat dirasakan oleh petani kacang tanah. (Uje/RTPH/Balitkabi)

 

Sumber