Liputan Media » [ technology – indonesia ] Kabupaten Bone Kembangkan Ubi Jalar Ungu

190815175716-808

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Ubi jalar ungu yang memiliki kandungan kaya manfaat menarik perhatian Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman yang meminta agar ubi jalar ungu dikembangkan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Respon positif tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Badan Litbang Pertanian dengan meminta Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) untuk mengawal pengembangan ubi jalar tersebut di Kabupaten Bone, Sulsel.

Balitkabi telah mengirimkan 15.000 stek untuk rencana pengembangan ubi jalar ungu di Sulsel tepatnya di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone dengan luasan 0,5 hektare (ha). Ubi jalar yang akan dikembangkan adalah ubi jalar berwarna ungu dengan nama varietas Antin 3.

Varietas Antin 3 yang telah dilepas oleh Balitkabi pada 2014 memiliki kandungan antosianin 150,7 mg/100 g (bb) tertinggi dibandingkan varietas Antin 1 dan Antin 2. Potensi hasilnya mencapai 30,6 ton/ha dengan umur tanaman 4-4,5 bulan. Kandungan/gizi varietas Antin 3 yakni bahan kering ± 31,3%, serat ±1,1%, protein ±0,6%, gula total ±0,9%, pati ±18,2%, vitamin C ±20,1 mg/100 g.

Antosianin merupakan pigmen pada ubi jalar ungu yang berperan dalam mencegah terjadinya penuaan dini, kanker dan penyakit-penyakit degenerative lainnya, di antaranya atherosclerosis. Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai antimutagenik dan antikarsinogenik terhadap mutagen dan karsinogen yang terdapat pada bahan pangan dan olahannya yang dapat mencegah gangguan pada fungsi hati, antihipertensi dan menurunkan kadar gula darah (antihiperglikemik).

 

img-20190815-wa0026-250x187Saat kunjungan langsung ke lahan pengembangan ubi jalar ungu pada 10 Agustus 2019, Mentan menyampaikan bahwa “Ubi jalar ini kaya akan manfaat selain untuk memenuhi kebutuhan akan karbohidrat, juga bermanfaat bagi kesehatan”.

Lebih lanjut Amran Sulaiman menyampaikan saat ini Sulsel memiliki potensi luas sebagai area pengebangan ubi jalar hingga 15.406 ha yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Mentan berharap pengembangan ubi jalar ini menjadi ujung tombak pengembangan ubi jalar di seluruh Indonesia.

Sumber