Liputan Media » [TRUBUS] Devon Kedelai Andal

Kedelai baru berproduksi tinggi, kaya isoflavon, dan tahan pecah polong.555_-114-1

Muhammad Asrori memerlukan 5 pekerja selama sehari untuk memanen kedelai di lahan 0,25 ha. Pada September 2014 itu petani di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu menuai 2 ton segar Glycine max. Setelah dikeringkan, ia mendapat 1,7 ton. Padahal, panen sebelumnya Asrori mempekerjakan 3 orang juga selama sehari untuk menuai 1 ton. Artinya produksi kedelai melonjak 100%.

Ia sudah menduga bakal mendapat hasil panen lebih banyak daripada sebelumnya sejak tanaman berumur 15 hari setelah tanam (hst). “Saat itu pertumbuhan tanaman bagus, sehat, dan polong tampak padat berisi,” kata Asrori. Produktivitas di lahan Asrori tergolong tinggi. Menurut Suyamto dan I Nyoman Widiarta dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan produktivitas kedelai di tanahair rata-rata 1,3 ton per ha.

Pemulia kedelai devon, Dr Muchlis Adhie MS.

Pemulia kedelai devon, Dr Muchlis Adhie MS.

Kedelai baru
Meningkatnya hasil panen berbanding lurus dengan keuntungan. Asrori mendapat harga Rp6.200 per kg sehingga total omzet Rp10,54-juta dari penjualan 1,7 ton kedelai. Setelah dikurangi ongkos produksi Rp750.000, laba bersihnya Rp9,79-juta. Keuntungan panen sebelumnya paling banter hanya Rp4,21-juta. Selain produksi kedelai dan pendapatan membubung, “Waku panen pun 15 hari lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” kata Asrori.

Pria berumur 50 tahun itu menuai kedelai saat tanaman berumur 72 hari. Lazimnya ia memanen biji kedelai 87 hari setelah tanam (hst). Asrori mendapatkan semua keunggulan itu karena menanam kedelai jenis baru bernama devon 1. Kedelai anyar itu hasil pemuliaan tim peneliti di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Malang, Jawa Timur.

Menurut pemulia, Dr Ir M Muchlish Adie MS, keunggulan lain yang menjadi ciri khas devon 1 yakni kandungan isoflavon tinggi mencapai 2219,74 µg per g. Kadar isoflavon kedelai varietas lain antara 1.487—1.853 µg per g. “Kandungan isoflavon yang tinggi menjadikan devon 1 sebagai salah satu sumber pangan fungsional,” kata Muchlish. Devon kepanjangan dari kedelai isoflavon.

Dalam Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian anggota staf pengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Sussi Astuti, menyatakan isoflavon termasuk golongan flavonoid, metabolit sekunder yang diproduksi tanaman.Anggota staf pengajar Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Dr Ir Nurrahman MSi, mengatakan dalam kacang soya—sebutan kedelai di Malaysia—mayoritas isoflavon terdapat pada kotiledon biji.

Pecah polong bisa menurunkan 30—40% hasil panen.

Pecah polong bisa menurunkan 30—40% hasil panen.

Pangan fungsional
Nurrahman menuturkan bahwa isoflavon bersama vitamin E dan betakaroten, menentukan nilai aktivitas antioksidan kedelai. Beberapa penelitian lain menyimpulkan isoflavon berperan menurunkan risiko osteoporosis, kanker payudara, dan arteriosklerosis. Oleh karena itu kedelai disebut pangan fungsional karena bermanfaat untuk kesehatan.

Devon 1 kaya isoflavon yang berproduksi tinggi dan berbiji besar. Produktivitas rata-rata devon 1 mencapai 2,75 ton per ha. Sementara potensi produksinya 3,09 ton per ha.

Muchlish menuturkan biji devon 1 tergolong besar yakni berbobot 15,33 g per 100 g biji. “Preferensi kedelai di Indonesia menghendaki kedelai berumur genjah dan berbiji besar,” kata doktor alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu. Devon 1 lahir dari hasil persilangan kedelai asal Brasil IAC 100 dan kedelai lokal varietas kawi. IAC 100 menurunkan sifat kaya isoflavon.

Sementara produktivitas tinggi menitis dari kawi. Pada 2005 tim peneliti menyilangkan kedua indukan secara resiprok (bolak balik). Selanjutnya periset menyeleksi populasi turunan ke-2—ke-5 (F2—F5) menggunakan metode silsilah (pedigree). Indikator seleksi yakni kedelai berdaya hasil tinggi. Pada 2007—2008 peneliti melakukan seleksi daya hasil galur. Selanjutnya galur terpilih memasuki uji daya hasil lanjutan pada 2009—2010.

Potensi produksi devon 1 mencapai 3,09 ton/ha.

Potensi produksi devon 1 mencapai 3,09 ton/ha.

Antipecah
Setelah itu Muchlish dan rekan melakukan uji adaptasi galur harapan berdaya hasil tinggi dan kaya isoflavon di delapan sentra kedelai di Indonesia pada 2012. Lokasi uji adaptasi meliputi Depok, Provinsi Jawa Barat, Klaten (Jawa Tengah), Sleman (Yogyakarta), Mojokerto, Blitar, dan Pasuruan (Jawa Timur), Tabanan (Bali), dan Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat). Hasil pengujian menunjukkan galur harapan K x IAC 100-997-1035 memiliki keunggulan dibanding varietas lain.

Galur harapan itu berproduktivitas rata-rata 2,75 ton per ha, biji besar 15.33 g/100 biji, tahan penyakit karat, agak tahan hama pengisap polong, dan ber isoflavon 2219.74 µg/g. Muchlish dan rekan memperkenalkan devon 1 di Bojonegoro dan Banyuwangi pada 2014. Saat itu pertumbuhan devon 1 sangat optimal dan berproduksi 3 ton per ha. Oleh karena itu, “Petani berminat menanam devon 1,” kata pria berumur 57 tahun itu.

Pada Desember 2015 Kementerian Pertanian menetapkan devon 1 sebagai kedelai unggul nasional. Saat ini Balitkabi tengah memproduksi benih sebar devon 1. Muchlish berharap pada 2017 petani kedelai di berbagai daerah bisa membudidayakan kedelai anyar itu. Selain devon 1, Balitkabi memiliki kedelai baru lain yang tahan pecah polong (pod shattering).

Ia mengatakan pecah polong salah satu masalah budidaya tanaman asal Tiongkok itu. Musababnya pecah polong bisa menurunkan 30—40% hasil panen. Salah satu pemicu pecah polong yakni penundaan panen. Panen tertunda karena tenaga kerja semakin langka. Suhu tinggi juga memicu pecah polong. Mayoritas petani menanam kedelai pada Juni—Juli (musim kemarau kedua atau MK II).

Selain kaya isoflavon, biji devon 1 tergolong besar.

Selain kaya isoflavon, biji devon 1 tergolong besar.

Saat itu terjadi peningkatan suhu khususnya saat pengisian biji hingga panen kedelai. Dampaknya vigor tanaman menurun sehingga memacu pecah polong. Salah satu cara mengatasi kendala itu yakni merakit kedelai tahan polong. Muchlish dan tim menyilangkan kedelai koleksi plasma nutfah Balitkabi dan anjasmoro untuk menghasilkan kedelai tahan pecah polong.

Anjasmoro sohor sebagi kedelai berdaya hasil tinggi, berbiji besar, dan tahan pecah polong. Sementara kelebihan koleksi balai yakni tahan virus. Tim periset melakukan uji lapang. Hasilnya galur harapan G 511 H/Anjasmoro-1-4 dan G 511 H/Anjasmoro-1-2 tahan pecah polong dan berproduksi tinggi. Yang disebut pertama menghasilkan 2,74 ton per ha, sedangkan galur kedua 2,70 ton per ha. Kedua kedelai juga tahan pecah polong. (Riefza Vebriansyah)

 

Sumber: Trubus