Liputan Media » [ wartatani.co ] Kementan Lepas Tiga Varietas Kedelai Tahan Kutu Kebul

detaku1 detaku2 detaku3

WartaTani.co – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Malang melepas tiga varietas kedelai tahan hama kutu kebul Detaku 1, Detaku 2, dan Detaku 3.

Pelepasan varietas kedelai tersebut setelah melalui sidang evaluasi dan penilaian calon varietas tanaman pangan di Bogor, Senin (29/03/2021).

Menurut Apri Sulistyo, Pemulia Balitbangtan yang melepas varietas kedelai tersebut, ketiga kedelai itu telah diuji ketahanannya pada serangkaian penelitian terhadap organisme penggangu tanaman (OPT) utama.

Ketiganya mampu bertahan terhadap serangan hama kutu kebul yang merupakan salah satu hama yang merugikan petani. Selain itu, juga telah diuji adaptasinya pada enam sentra produksi kedelai yang dilakukan pada tahun 2019-2020.

“Berdasarkan hasil uji adaptasi yang telah dilakukan pada enam sentra produksi kedelai, ketiganya menunjukkan pertumbuhan sangat bagus, dengan tingkat serangan hama kutu kebul yang rendah, dan  hasil bijinya tetap tinggi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Priatna Sasmita juga mengatakan bahwa dengan dilepasnya ketiga varietas kedelai yang tahan terhadap hama kutu kebul tersebut dapat meminimalisir kerugian petani.

“Ketiga varietas tersebut telah betul-betul diuji ketahanannya, berharap dengan dilepasnya ketiga varietas ini petani kedelai tidak lagi rugi yang diakibatkan oleh hama kutu kebul tersebut,” harapnya.

Sebagai informasi, nama Detaku merupakan kepanjangan dari kedelai tahan kutu kebul. Hama kutu kebul atau bahasa latinnya Bemisia tabaci Gennadius salah satu hama yang merugikan dan menyerang beberapa komoditas tanaman pangan, termasuk kedelai.

Berdasarkan deskripsinya kedelai varietas Detaku 1 memiliki rata-rata hasil 2,94 t/ha, umur masak tergolong sedang (82 hari), ukuran biji besar (14,45 g/100 biji), tahan terhadap hama kutu kebul, agak tahan hama pengisap polong, dan memiliki kandungan lemak cukup tinggi.

Varietas Detaku 2 memiliki rata-rata hasil biji sebesar 3,00 t/ha, ukuran biji besar (14,98 g/100 biji), tahan terhadap hama kutu kebul, tahan terhadap penyakit karat, dan juga agak tahan terhadap hama pengisap polong, dan juga kandungan lemaknya cukup tinggi.

Selanjutnya varietas Detaku 3 memiliki rata-rata hasil biji sebesar 3,05 t/ha dan umur masak tergolong sedang (83 hari), ukuran biji besar (15,08 g/100 biji), agak tahan terhadap hama kutu kebul, dan kandungan proteinnya cukup tinggi.

Sumber