Uncategorized » Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber pada PBT 2015

Keberadaan benih bermutu ditentukan oleh kemampuan pengawas benih, karenanya diperlukan upaya untuk meningkatkan secara terus-menerus kompetensi dari Pengawas Benih Tanaman (PBT). Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Aceh menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi PBT, 12–15 Oktober 2015 di Aceh. Tujuan kegiatan adalah memberikan pemahaman terhadap perundang-undangan yang terkait dengan perbenihan, baik yang menyangkut produksi, distribusi, pengawasan dan distribusi, serta menyamakan persepsi tentang perbenihan. Peserta pelatihan sebanyak 83 orang, berasal dari perwakilian PBT dari setiap provinsi ditambah dengan PBT dari kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pelatihan dibuka secara resmi oleh KaSubid Penilaian dan Pengawasan, yang menekankan kembali perlunya kerja keras dan cerdas, dalam situasi berbagai tantangan saat ini dan ditengah-tengah semakin majunya iptek di negara kita. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Aceh (Ir. Lukman, M.Si.), menyampaikan juga bahwa benih dari varietas unggul bersertifikat adalah sangat penting, dan memang memerlukan SDM yang tangguh dan profesional.


Pembukaan peningkatan kompetensi PBT di Aceh.


Peserta dan Narasumber dari Balitkabi. Peneliti Balitbangtan yaitu Dr. M. Azrai (Balitsereal) dan Dr. Muchlish Adie (Balitkabi) diundang sebagai narasumber pada pertemuan di atas yaitu tentang Praktek karakteristik morfologi jagung dan aneka kacang. Disamping itu, Muchlish Adie juga menyampaikan paparan tentang Diseminasi varietas baru tanaman pangan dan permasalahannya yang disampaikan di Aula Diperta Provinsi Aceh.

MMA